Ansambel musik tradisional 2

Indonesia memiliki ratusan musik tradisional yang dibagi dalam 2 jenis yaitu ansambel besar dan kecil. Gamelan adalah salah satu contoh Ansambel besar. Sedangkan salung, sempelong, rabab derek, rabab pasisir dan kesok-kesok merupakan contoh ansambel kecil.

GONG BESAR GAMELAN JAWA
Gamelan terdiri atas instrumen logam dan berbagai jenis gong yang menghasiljan nada apabila ditabuh. kebanyakan instrumen gamelan dilaras dalam 2 sistem nada yaitu : Slero yang bernada lima dan pelog yang bernada tujuh.
Fungsi inatrumen:
-. Instrumen dan penyanyi menghasilkan susunan nada sederhana ataupun rumit.
-. Instrumen mengatur tempo
-. Instrumen yang mempertegas sebuah gending.

Dalam rumusan Jawa tradisonal, seluruh instrumen gamelan merupakan pusaka yang berharga, namun beberapa gong besar dianggap memiliki nilai pentibg sendiri diantaranya: Pangrawit, Kecer, Ketuk, Gong.

GONG BESAR GAMELAN BALI
Gamelan dibali terdiri atas banyak instrumen tabuh meliputi metalofon, silofon, gong, gendang dan canang.
jenis ganelan yang ada dibali contohnya gamelan gambang dan ganelan slonding.

MUSIK BAMBU: ANGKLUNG DAN CALUNG BANYUMAS
Angklung merupakan alat musik dari tabung bambu yang disusun secara longgar dalam bentuk kerangka bambu .
Ansambel angklung terdiri atas sekitar 15 angklung yang digantung pada gayor.
Calung merupakan generasi termuda generasi musik bambu didaerah banyumas, dianggap sebagai gabungan instrumen angklung (bambu) dan gamelan (logam). Tidak ada perbedaan antara calung dan orkes angklung dalam hal penggunaan instrumen, lagu, pagelaran atau fungsi sosial. Satu-satunya yang membedakan yaitu angklung diganting dengan gambang yang disebut ganbang penodos.

GENDANG
dalam banyak musik indonesia gendang memiliki peran penting dan dalam jenis musik tertentu gendang menjadi instrumen yang paling menonjol dalam sebuah ansambel.

Tradisi gendang di sumatra
Sumatra utara memiliki adat bermain gendang yang menggunakan sembilan gendang yang disebut gordang sambilan. Sementara di daerah karo menggunakan lima gendang yang disebut gendang lina sedalanen.
Dijawa dan bali biasanya menggunakan gendang dengan dua sisi yang diletakkan mendatar.

Beda lagi halnya dengan indonesia timur yang menggunakan gendang berbentuk jam pasir untuk mengumumkan kedatangan orang penting, kematian, memanggil orang untuk suatu acara, mengiringi tarian, acara suci dll.

Posted from WordPress for Android

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s