narrative

Diceritakan di suatu daerah bernama Desa Wangunsari hidup rakyat-rakyatnya dengan makmur dan sejahtera. Desa Wangunsari adalah desa yang subur dan memeliki kekayaan alam yang melimpah, sehingga penduduk yang hidup didesa itu sangat tercukupi. Sebagian besar penduduk desa itu adalah petani dan peternak. Seperti kata pepatah “Tak ada gading yang tak retak” walaupun  penduduk didesa itu hidup rukun dan harmonis, tetap saja ada sebagian penduduk yang hidup tak sesuai dengan norma. Ditepi sungai sudut desa itu terdapat sebuah tempat yang sering dipakai warga untuk berjudi dan melacur ketika musim panen tiba. Warga berbondong-bondong ke tempat itu untuk nenghabiskan uang dan hasil panen dengan mudah. Tak sedikit dari mereka yang pulang ke rumah dengan tangan kosong dan membawa hutang yang besar, sehingga pada akhirnya mereka yang memiliki hutang harus membayarnya dengan cara menyerahkan rumah atau anak gadisnya kepada pemilik tempat  judi itu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s