Realita sosial

Realitas sosial merupakan suatu peristiwa yang memang benar terjadi di tengah – tengah masyarakat. Sebagai contoh : Seorang pemulung yang mencari nafkah dengan mengorek sampah, pengemis dijalanan, WTS yang mencari nafkah demi untuk melanjutkan hidup. Itu semua adalah sebagian kecil hal yang terjadi di tengah masyarakat dewasa ini. Contoh tersebut dikenal sebagai realitas social di masyarakat. Sebagai kumpulan mahluk yang dinamis, kita senantiasa menemukan realitas social dalam masyarakat. Masyarakat terbentuk karena manusia menggunakan pikiran, perasaan dan keinginannya dalam memberikan reaksi terhadap lingkungannya. Hal ini terjadi karena manusia mempunyai dua kinginan pokok yaitu, keinginan untuk menjadi satu dengan manusia lainnya dan keinginan untuk menyatu dengan lingkungan alamnya.

Menurut Soerjono Soekanto, merumuskan beberapa ciri masyarakat sebagai berikut:
 Masyarakat merupakan manusia yang hidup bersama. Tingkatan hidup bersama ini bisa dalam dimulai dari kelompok.
 Hidup bersama untuk waktu yang cukup lama. Dalam hidup bersama ini akan terjadi interaksi. Interaksi yang berlangsung terus menerus akan melahirkan sistem interaksi yang akan nampak dalam peraturan-peraturan yang mengatur hubungan antara manusia.
 Mereka sadar bahwa mereka merupakan satu kesatuan
 Mereka merupakan satu sistem hidup bersama. Sistem kehidupan bersama menimbulkan kebudayaan karena setiap anggota kelompok merasa dirinya terkait satu dengan yang lainnya.
 Masyarakat sebagai system social

• Sistem social Adalah suatu system yang terdiri dari elemen elemen social yang terdiri dari. tindakan social yang dilakukan individu yang berinteraksi satu dengan lainnya dan bersosialisasi sehingga tercipta hubungan-hubungan sosial. Keseluruhan hubungan sosial tersebut membentuk struktur sosial dalam kelompok maupun masyarakat yang akhirnya akan menentukan corak masyarakat tersebut.
• Struktur sosial
Struktur sosial mencakup susunan status dan peran yang terdapat didalam satuan sosial, ditambah nilai-nilai dan norma-norma yang mengatur interaksi antar status dan peran sosial. Didalam struktur sosial terdapat unsur-unsur sosial, kelompok-kelompok sosial dan lapisan-lapisan sosial. Unsur-unsur sosial terbentuk, berkembang, dan dipelajari oleh individu dalam masyarakat melalui proses sosial. Proses sosial adalah hubungan timbal balik antara bidang-bidang kehidupan dalam masyarakat dan memahami norma-norma yang berlaku.

 Organisasi Sosial
Organisasi sosial adalah cara-cara perilaku masyarakat yang terorganisir secara sosial. Dengan kata lain, organisasi sosial merupakan jaringan hubungan antar warga masyarakat yang bersangkutan di dalam suatu tempat dan dalam waktu yang relatif lama. Di dalam organisasi sosial terdapat unsur-unsur seperti kelompok dan perkumpulan, lembaga sosal, peranan dan kelas-kelas sosial. Kelompok sosial adalah kumplan orang yang memiliki kesadaran bersama akan keanggotaan dan saling berinteraksi.
Klasifikasi kelompok sosial menurut Robert Bierstedt :
a. kelompok sosial yang teratur:
1. in-group dan out-group
In-group adalah kelompok sosial dimana
individu mengidentifikasi dirinya dalam
kelompok tersebut, biasa disebut dengan
”kita”. Sifat in-group biasanya didasarkan
pada faktkor simpati dan kedekatan dengan
anggota kelompok. Out-group adalah
kelompok yang diartikan oleh individu
sebagai lawan in-groupnya, biasanya
dikenal dengan “mereka”.
2. kelompok primer dan sekunder
Menurut Cooley kelompok primer adalah
kelompok kecil yang anggotanya memiliki
hubungan dekat, personal, dan langgeng,
contohnya keluarga. Sedangkan kelompok
sekunder adalah kelompok yang lebih
besar, bersifat sementara, dibentuk untuk
tujuan tertentu dan hubungan antar
anggota bersifat impersonal sehingga
biasanya tidak langgeng, misalnya,
kesebelasan sepak bola.
3. paguyuban (gemeinschaft) dan
patembayan (gesselschaft)
Paguyuban adalah bentuk kehidupan
bersama yang anggotanya terikat oleh
hubungan batin murni dan bersifat alamiah
serta kekal. Hubungannya didasari oleh
rasa cinta dan rasa kesatuan batin yang
telah ditakdirkan. Bentuk ini dapat ditemui
dalam keluarga, kelompok kekerabatan.
Paguyuban mempunyai ciri-ciri hubungan
akrab, bersifat pribadi dan eklusif.
Menurut Ferdinand Tonnies, di masyarakat
selalu dijumpai salah satu dari tiga tipe
paguyuban, yaitu :
a. Paguyuban karena ikatan darah, seperti
keluarga, kekerabatan, kesukuan,dan lain-
lain.
b. Paguyuban karena tempat, seperti rukun
tetangga, rukun warga, dan lain-lain.
c. Paguyuban karena pikiran/ideologi,
seperti pergerakan mahasiswa, parta politik,
dan lain-lain.
Patembayan adalah ikatan lahir yang
bersifat pokok dan biasanya hanya untuk
jangka waktu yang pendek. Patembayan
bersifat sebagai suatu bentuk yang ada
dalam pikiran belaka,misalnya, ikatan antar
pedagang,
4. kelompok formal dan informal
Formal group adalah kelompok yang
mempunyai peraturan tegas dan sengaja
diciptakan oleh anggotanya untuk mengatur
hubungan antar sesamanya. Contohnya,
birokrasi, perusahaan, negara.
Informal group adalah kelompok yang tidak
mempunyai struktur yang pasti, terbentuk
karena pertemuan yang berulang-ulang
sehingga terjadi pertemuan kepentingan
dan pengalaman. Contohnya, klik (ikatan
kelompok terdekat atau pertemanan).
5. Membership group dan Reference group
Membership group adalah suatu kelompok
dimana setiap orang secara fisik menjadi
anggotanya.
Reference group adalah kelompok sosial
yang menjadi acuan bagi seseorang untuk
membentuk kepribadian dan perilakunya.
b. Kelompok sosial yang tidak teratur yaitu,
kerumunan dan publik.
Kerumunan (crowd) adalah individu-
individu yang berkumpul secara kebetulan
di suatu tempat dan pada waktu yang
bersamaan.
Publik adalah orang-orang yang berkumpul
yang mempunyai kesamaan kepentingan.
Peranan adalah pelaksanaan hak dan
kewajiban seseorang sesuai dengan
kedudukannya.
 Dinamika Sosial
Dinamika sosial adalah penelaahan tentang
perubahan-perubahan yang terjadi didalam
fakta-fakta sosial yang saling berhubungan
satu dengan lainnya, meliputi pengendalian
sosial, penyimpangan sosial, mobilitas
sosial, dan perubahan sosial.
 Masalah Sosial
Masalah sosial adalah gejala atau
fenomena sosial yang tidak sesuai antara
apa yang dikehendaki masyarakat dengan
apa yang terjadi. Beberapa masalah sosial
penting yang sering muncul dalam
kehidupan di masyarakat diantaranya;
kemiskinan, kejahatan, disorganisas
keluarga, masalah remaja, masalah kelainan
seksual dan masalah kependudukan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s