TARIAN TANPA CERITA 6

Tari yang berakar dari tari adat meliputi tari pendet dan gabor di Bali dan jathilan di Jawa Tengah.

Tari-Tarian Jawa Tengah
Secara garis besar tariJawa Tengan dibagi dalam tarian keraton dan tarian rakyat. Tari keraton seperti Bedhaya dan serimpi di kembangkan oleh para raja zaman dahulu dan masih dinikmati hingga sekarang. Sedangkan jathilan, gambyong merupakan tatian rakyat.

Bedhaya dipercaya orang banyak sebagai ciptaan Sultan  Agung Mataran pada wal abad ke 17. Tarian ini ditarikan oleh para penari terbaij dan tercantik kerajaan. bedhaya penuh dengan perlambang, juga merupakan lambang kesempurnaan.
Tari serimpi merupakan tari klasik jawa sejak abad abad lalu. bentuk tari serimbi tertua menurut sumber tertulis diciptakan oleh Pakubuwana V pada tahun jawa 1748.

Jathilan merupakan tarian jawa yang ditatikan oleh laki-laki namun dibeberapa daerah seperti Wonosobo, Gunung kidul, KulonProgo penarinya perempuan yang berpakaian laki-laki. Tari ini dikenal dengan banyak nama seperti: kuda lumping dan juda kepang (Jwa Barat) Jaran jepang, Incling atau ebeg (Jateng dan Yogyakarta) Jaran kepang (Jarwa Timur)

Tari-Tarian Bali
Tatian bali tidak memiliki alur, tujuan utama penari adalah melakukan setiap tahap dan urutan gerak dengan ungkapan penuh.
Macam-macam tarian bali adalah:
-. Tarian keramat dan Sekuler
-. Tari pendet dan Gabor
-. Tari baris
-. Tari sanghyang
-. Tari legong

Tari Jawa Barat: Ketuk Tilu dan Tayuban
Ada 2 bentuk tari sosial Jawa Barat.Krtuk tilu  dipentaskan dipedesaan dan kini atau dahulu biasanya diiringi dengan gamelan sederhana.
Tayuban dilain pihak merupakan pertunjukkan untuk kalangan ningrat dan dilakukan di dalam ruangan dengan iringan gamelan lbih lengkap.
Tayuban menampilkan ronggeng yang menari untuk dan bersama pria. sayang, pesta dalam ruang tertutup ini terkesan buruk. Namun awal abad ke 20 Raden Sambaa Wirakusumah menata kembali tari tayuban yanv dikenal dengan nama Ibing keurseus. Pada Ibing Krurseus itu ada 4 unsur tari utama yaitu Leyepan, Nyatria, Monggawa dan Ngalana

Ketuk tilu berasal dari gamelan yang mengiringinya tiga (tilu) buah bethuk berirama tetap dan dasar, satu bkendang besar dan kulantor atau lendang kecil.

Tarian Samatra Barat dan Sumatra Selatan
Alau Ambek merupakan tarian budaya minang, Sumatra barat yang didasari oleh gerak bela diri. PertunjukkanAlau Ambek mirip sebuah pertarungan bela diri yang diawasi oleh 2 orang wasit.

Alang Suntiang juga disebut alang suntiang penghulu yang berati tari elang, perhiasan penghulu yang merupakan bentuk tarian adat padang lawad kab. Agam Sumatra Barat. Tari yang meniru gerak elang yang gesit dan pintar.

Gending Sriwijaya diilhami dari kerajaan kuna sriwijaya yang dewasa ini dianggap sebagai tati adat keraton wilayah palembang.
Tarian ini dibawakan oleh perempuan yang berjumlah genap berbusana mewah dan banyak perhiasan emas . Gerakannya sangat lambat dan sederhana namun anggun.

Tarian Kalimantan Timur dan Melayu Pesisir
Tari kanjet, giring-giring dan mandau merupakan tiga jenis tari dayak dipedalaman kalimantan Timur yang digunakan untuk menyambut tamu dan sebagai pelengkap upacara. Alat musik pengiringnya adalah sampe’ (semacam kecapi).
Tari kanjet ditarika oleh seorang mempelai perempuan sebagai acara perkawinan. Ia menari diatas gong kecil sambil memegang seikat bulu burung dikedua tangannya.
Giring-giring adalah kerincing yang dililitkan dibawah lutut. Penari juga membawa tongkat panjang ditangan kiri yang dihentakkan ke tanah bersamaan dengan langkah ke empat.
Tari Mandau biasanya ditarikan oleh pria dan kadang juga wanita. Tarian ini melukiskan latuhan menggunakan mandau (parang yang tajam)  untuk membela diri.
Tari Serampang dua belas. Tari ini menitikberatkan pada permainan mata, gerak kaki memutar dan lompatan ditambah dengan gerak tangan dan tubuh yang gemulai.

Tarian Pesisir Melayu
Pada pertengahan abad 20, musik melayu dan tari adat seperti mak yong, menora, mendu, dan bangsawan hampir punah. Beberapa tari murni yang dipentaskan antara lain tari Senandung, Tari Lagu dua, Tari Mak inang dan Tari Serampang dua belas.

Tarian Sulawesi Selatan
Sulawesi Selatan konon memiliki 316 jenis tari adat, 98 diantaranya milik orang bugis, 66 milik orang Makassar, 116 milik orang Mandar dan 66 milik orang Toraja sa’dan. Orang makasar menyebut tari upacara sere dan tati hiburan pakarena. Orang Bugis menyebutnya pajaga atau jaga atau katia. Orang Mandar hulu menyebutnya malluya atau sayo dan bondesan. Orang Mandar pesisir menyebutnya tuduq. Istilah Toraja adalah gelluq, pagelluq atau burake.

Posted from WordPress for Android

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s